Sudahkah kamu ketahui gejala dari penyakit lupus nefritis itu sendiri.

  • Whatsapp

“dilansir dari laman Alodokter” Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lupus nefritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang sel-sel ginjal yang sehat, hingga akhirnya ginjal tidak berfungsi dengan baik. Pada kondisi normal, sistem imun tersebut ternyata hanya akan menyerang kuman yang masuk ke dalam tubuh. Namun pada penderita penyakit lupus nefritis, sistem imun akan mengalami kelainan bahkan justru dapat menyerang sel-sel tubuh sendiri, termasuk pada sel-sel ginjal. Kelainan sistem imun tersebut dikenal dengan autoimun. Sampai sekarang, penyebab terjadinya autoimun pada seseorang belum diketahui dengan pasti. Namun terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami autoimun tersebut, sepertihalnya seseorang yang berjenis kelamin perempuan dan berusia diantara 15-45 tahun hal tersebut termasuk rentan sekali untuk mengalami atau menderita penyakit lupus nefritis. Seseorang yang menderita lupus nefritis ternyata dapat mengalami kambuhnya gejala lupus nefritis (flare) akibat terpapar pemicu lupus. Ada beberapa jenis pemicu yang dapat menyebabkan kambuhnya gejala lupus nefritis tersebut, yaitu:

  • Paparan sinar matahari.
  • Perubahan hormon, misalnya ketika hamil atau menstruasi.
  • Infeksi, baik oleh bakteri atau virus.
  • Obat-obatan, seperti antibiotikdan obat antikejang.

Nefritis lupus merupakan salah satu manifestasi atau komplikasi paling serius dari sebuah penyakit lupus (Systemic Lupus Erythematosus). Systemic Lupus Erythematosus (SLE) tersebut merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya inflamasi atau peradangan yang dapat menyebar  pada berbagai organ manusia. Penyakit lupus harus segera ditangani dan dikontrol dengan baik. Bila dibiarkan, nefritis lupus akan terus merusak ginjal dan bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Akibatnya, penderitanya harus melakukan cuci darah atau transplantasi ginjal. Prevalensi SLE tersebut bervariasi antar negara, antara 2.9/100.000–400/100.000. Sedangkan dapat ditemui beberapa kasus nefritis lupus, dijumpai pada 40–75% penderita SLE. Gangguan ginjal umumnya terjadi setelah 5 tahun menderita SLE. Nefritis lupus dapat terjadi dikarenakan daya tahan tubuh yang seharusnya memerangi kuman, justru menyerang sel dan jaringan pada ginjal, sehingga dapat terjadi kerusakan pada organ tersebut. Pada beberapa tahap awal tersebut, penyakit nefritis lupus akan menyebabkan kemampuan penyaringan (filtrasi) ginjal menjadi menurun. Resiko lainnya dapat mengakibatkan protein akan dikeluarkan melalui urine dalam jumlah banyak. Kondisi lainnya ternyata dapat mengakibatkan tubuh kekurangan protein hingga dapat memicu pembengkakan pada tungkai maupun wajah.

Read More

Pada tahap awal nefritis lupus, penderita dapat tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, pada gangguan ginjal yang berat, akan tampak pembengkakan pada salah satu bagian tubuh, karena kebocoran protein pada urine. Berikut beberapa gejala lupus nefritis adalah:

  • tekanan darah tinggi
  • pembengkakan pada tubuh
  • adanya darah pada urine

adapun jika kita ingin melakukan beberapa pengobatan dari penyakit tersebut. tentunya tergantung dari derajat beratnya penyakit. Pada beberapa kasus gejala lupus nefritis yang tidak aktif (kelas 1,2,5, dan 6), biasanya penanganan terjadi berdasarkan manifestasi pada organ lain. Sedangkan pada lesi ginjal yang aktif, maka terapi berupa pemberian penekan sistem imun dapat diberikan. Beberapa pilihan obat yang sering digunakan adalah klorokuin, siklofosfamid dan steroid. Hemodialisis merupakan salah satu terapi yang diperlukan Pada gangguan ginjal yang berat. Belum dapat dipastikan pencegahan yang terjadi pada penyakit tersebut. lakukan kontrol rutin dan penggunaan obat yang sesuai karena hal tersebut  merupakan salah satu cara untuk dapat mencegah memburuknya fungsi ginjal pada kasus nefritis lupus.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *