Mengenal Ragam Jenis Terapi untuk Pemulihan Pasca Stroke

  • Whatsapp
mengenal-ragam-jenis-terapi-untuk-pemulihan-pasca-stroke
Foto: Canva.com pro

Serangan stroke pertama umumnya akan berdampak pada beberapa gangguan fisik, seperti diantaranya adalah kesulitan untuk berjalan, berbicara sampai dengan mengingat. Inilah mengapa penyakit tersebut dikatakan sebagai salah satu gangguan kesehatan yang berbahaya. Karena meskipun sudah diobati namun kondisi penderita tidak akan bisa kembali seperti sedia kala. Bahkan untuk pengobatan yang dijalani sendiri juga tidak cukup sekali dua kali saja, melainkan dalam jangka waktu panjang. Ditambah lagi dengan pemulihan pasca stroke tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

Penderita stroke ini tak hanya membutuhkan dukungan secara medis saja, melainkan juga psikologis untuk bisa sembuh dari penyakit mereka dan mencegah stress atau depresi. Kehilangan beberapa fungsi tubuh tak jarang membuat pasien stroke ini akan merasa stress dan tidak berguna. Itulah mengapa penting sekali bagi keluarga atau orang-orang terdekat, untuk memberikan support kepada mereka agar tidak putus asa untuk menjalani pengobatan. Berikut ini serangkaian jenis terapi yang dapat dilakukan ketika terkena stroke, yaitu:

Read More

1. Terapi fisik, sesuai dengan namanya maka jenis terapi yang satu ini digunakan untuk mengembalikan kemampuan fisik penderita yang sebelumnya mengalami penurunan. Seperti diantaranya adalah saat tubuh susah digerakkan, dengan adanya terapi secara teratur membantu agar tubuh bisa secara aktif bergerak kembali. Fisioterapi umumnya dapat dilakukan oleh seorang dokter spesialis atau dengan fisioterapis yang akan membantu Anda. Umumnya ketika gangguan fisik yang dialami oleh penderita tersebut sudah terlalu parah, maka dapat dibantu dengan mengandalkan alat guna mendukung aktivitas mereka, seperti diantaranya adalah kursi roda.

2. Terapi bicara, serangan stroke yang cukup parah tak jarang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan dalam berkomunikasi. Bahkan untuk berbicara saja kesulitan. Penderita akan kesulitan dalam menggunakan pilihan kata yang tepat untuk berkomunikasi, juga tak mampu menyelesaikan kalimat secara benar. Sehingga nantinya harus dilakukan terapi untuk membantu mereka dalam berkomunikasi, menuntun agar pasien dapat berbicara secara runtut dan jelas atau memilih cara komunikasi lain yang lebih mudah.

3. Terapi okupasi, adapun jenis yang lainnya adalah terapi okupasi. Ini digunakan untuk mengembangkan atau mengembalikan keterampilan yang penting bagi penderita tersebut. seperti diantaranya adalah kemampuan-kemampuan kecil yang sifatnya dapat menunjang kemandirian mereka untuk mengerjakan kegiatan sehari-hari, layaknya menggosok gigi, mandi, menyisir baju, mengancingkan pakaian maupun makan. Biasanya terapi yang satu ini dapat dilakukan berbarengan dengan terapi bicara atau bahasa.

4. Terapi psikologi, tak kalah penting sebenarnya adalah dengan memberikan terapi secara psikologi. Karena hal ini sangat berdampak pada kondisi mental mereka. Sering kali pasien stroke yang berputus asa terhadap kondisi yang mereka alami, sehingga tak ada keinginan untuk melanjutkan hidupnya. Jangan sampai hal ini terjadi karena memang dapat menghambat kelanjutan hidup mereka. Sesekali ajak penderita stroke tersebut untuk rekreasi, hal ini sangat membantu di dalam memperbaiki mood mereka. memelihara hewan peliharaan juga berguna untuk mengembalikan rasa cinta mereka.

Itulah serangkaian terapi pemulihan pasca stroke yang bisa Anda terapkan untuk mempercepat penyembuhan pasien. Tentunya menyesuaikan dengan kondisi pasien tersebut, jangan lupa untuk memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi oleh pasien. Ini harus dijaga untuk mencegah terjadinya serangan stroke lanjutan yang mungkin akan membuat kondisinya semakin parah. Pastikan juga bahwa mereka mengonsumsi obat secara teratur sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *